Jl KH Abdul Fattah ds Siman rt 04 rw 02 sekaran. KAB LAMONGAN
MADRASAH DINIYYAH PROGRAM KHUSUS, MDPK
PP AL FATTAH SIMAN (SALAF, FORMAL, TAHFIDZ AL QURAN)
MADRASAH DINIYYAH REGULER MDR FORMAL
MADRASATUL QURAN PUTRI, TAHFIDZ AL QURAN.

Thursday, November 1, 2018

Pendiri pondok pesantren ihyauddin / pondok pesantren Al Fattah

Pendiri pondok pesantren  ihyauddin / pondok pesantren Al Fattah
 
KH. Abdul Fattah dilahirkan di desa Siman pada tahun 1911. Pada masa muda beliau hampir tidak pernah menikmati masa-masa bahagia sebagai mana lazimnya anak-anak muda sekarang, karena kondisi sosial ekonomi dan hidup dibawah garis telapak kaki penjajah. Beliau hidup dalam keluarga miskin yang untuk makan sehari-hari saja hampir tidak cukup, itupun harus bekerja keras dari pagi hingga petang di sawah dan ladang. Karena penghasilan orang tua beliau tidak cukup untuk makan sekeluarga terpaksa beliau untuk membanting tulang, memeras keringat membantu orang tua bekerja di sawah sebagi buruh tani.
Kondisi yang demikian itulah yang mendorong semangat dan kemauan kerasnya untuk meninggalkan kampung halamannya dengan tujuan mencari ilmu dan bekerja sebagai bekal beliau di pondok dan membiayai keperluan tholabul ilminya.
   1)    Dari sinilah yaitu pada tahun 1922 mulai pertama kali menginjakkan kaki di pondok pesantren yaitu pondok pesantren..... di desa miru dibawah asuhan KH. Sho’im di pondok ini beliau hanya satu tahun.

   2)   Tahun 1923 pindah ke pondok pesantren di desa sungegeneng untuk menuntut ilmu pada KH. Abu Ali yang lamanya satu tahun.


     3)   Tahun 1924 beliau menuju ke pondok pesantren di desa balandono kecamatan Babat pada KH. Khozin selama lebuh kurang tiga tahun sampai dengan tahun 1926. Di pesantren ini beliau memulai belajar ilmu nahwu dan shorof. Berkat ketekunan dan kesungguhan beliau dalam waktu tiga tahun telah dapat membaca kitab kuning.

    4)   Tahun1927 beliau melanjutkan jenjang studinya ke pondok pesantren Al Falah Langitan Tuban. Di pesantren ini beliau menghabiskan usia mudanya untuk menuntut berbagai disiplin ilmu agama mulai dari ilmu nahwu, shorof, tauhid, hadits, dan sebagainya kepada Romo KH. Abdul Hadi, beliau betul-betul berhidmat dalam segala perikehidupannya dan figur KH. Abdul Hadi merupakan panutan dalam segala perilaku dan langkah perjuangannya banyak mengintuisi dalam perjalanan kekyaiannya. Ringkasnya KH. Abdul Hadi adalah satu-satunya Kyai yang mematangkan jiwa, semangat dan penguasaan ilmunya, sehingga menjadikan beliau KH. Abdul Fattah menjadi tokoh kyai yang terkenal sangat memegang prinsip kitab-kitab kuning dan prinsipnya itu tidak bisa ditawar-tawar lagi atau dengan kata lain beliau adalah tokoh kyai konservatif yang kuat.
Di bawah asuhan KH. Abdul Hadi beliau menghabiskan waktunya lebih kurang selama 13 tahun yaitu mulai tahun 1927 sampai dengan tahun 1939.

    5)   Tahun 1940 beliau KH. Abdul Fattah atas ijin Romo KH. Abdul Hadi meneruskan ke pesantren Kasingan Rembang Jawa Tengah, di bawah asuhan KH. Ahmad Kholil selama satu tahun istilahnya hanya tabarrukan.

    6)   Tahun 1941 beliau tabarrukan ke berbagai pondok pesantren yaitu pondok pesantren Tebuireng Jombang di bawah asuhan KH. Hasyim As’ari pendiri NU. Kemudian kepada KH. Khozin Siwalan Panji Sidoarjo. Selama tabarrukan beliau tidak pernah terlepas dari ijin Romo KH. Abdul Hadi Langitan.

KH. Abdul Fattah menyelesaikan karir belajarnya tepat pada awal tahun 1942 setelah pamitan dan mohon ijin kepada Romo KH. Abdul Hadi Langitan dan selanjutnya beliau pulang ke kampung halamannya. Pada waktu itu masyarakat desa Siman dan sekitarnya telah menunggu-nunggu kedatangan beliau, dan bersamaan dengan itu beliau dititipi Romo KH. Abdul Hadi beberapa santri untuk diasuh di Siman

No comments:

Post a Comment

Copyright©Santrisiman